Lampung Tengah, 31 Agustus 2026 — Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat pengembangan sektor perkebunan di Provinsi Lampung. Salah satu langkah yang disiapkan pemerintah adalah penyediaan 2,6 juta batang bibit kopi dan kakao untuk mendukung pengembangan areal perkebunan seluas sekitar 18.000 hektare.
Program tersebut diarahkan untuk memperluas komoditas perkebunan, meningkatkan produktivitas, sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan petani di Lampung. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan hal tersebut saat meninjau lokasi pembibitan kopi dan kakao di Desa Bangun Rejo, Kabupaten Lampung Tengah, Senin (31/8/2026).
2,6 Juta Bibit Kopi dan Kakao Disiapkan
Dari total 2,6 juta batang bibit yang disiapkan untuk program pengembangan perkebunan 2026, terdiri atas 600.000 batang kopi robusta, 200.000 batang kopi stek berakar, dan 1,8 juta batang kakao sambung pucuk.
Rinciannya, sebanyak 600.000 batang kopi robusta dialokasikan untuk Kabupaten Pesisir Barat dan Tanggamus, sedangkan 200.000 batang kopi stek berakar diperuntukkan bagi Kabupaten Way Kanan.
Sementara itu, sebanyak 1,8 juta batang kakao sambung pucuk akan dikembangkan di Lampung Barat, Lampung Tengah, dan Lampung Selatan.
Penyediaan bibit tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sektor perkebunan dari sisi hulu. Ketersediaan bibit berkualitas diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan tanaman perkebunan yang lebih produktif.
Pengembangan Perkebunan Lampung Capai 30.000 Hektare
Kementerian Pertanian menargetkan pengembangan perkebunan di Lampung mencapai sekitar 30.000 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 18.000 hektare diarahkan untuk komoditas kopi dan kakao, sementara areal lainnya diperuntukkan bagi pengembangan tebu.
Untuk mendukung program tersebut, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp350 miliar.
Mentan Amran mengatakan program tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi petani. Dukungan pemerintah diberikan untuk membantu petani mulai dari penyediaan bibit hingga pengolahan lahan dan penanaman.
Pemerintah Dorong Peremajaan dan Perluasan Tanaman Perkebunan
Pengembangan kopi dan kakao di Lampung tidak hanya diarahkan untuk menambah luas areal tanam. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas tanaman perkebunan.
Peremajaan tanaman menjadi penting untuk menjaga produktivitas perkebunan dalam jangka panjang. Dengan tanaman yang lebih baik dan dukungan budidaya yang tepat, produksi kopi dan kakao diharapkan dapat meningkat.
Kedua komoditas tersebut juga memiliki peluang pasar yang besar. Bupati Tulang Bawang Qudrotul Ikhwan menyampaikan bahwa kopi dan kakao memiliki prospek ekonomi serta pasar ekspor yang potensial.
Bibit Berkualitas Menjadi Fondasi Perkebunan
Ketersediaan bibit berkualitas menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan perkebunan. Karena itu, proses pembibitan dan pemantauan kualitas menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari program pemerintah.
Kementan melalui unit teknis di Lampung juga melakukan pemantauan terhadap kondisi bibit perkebunan, termasuk kopi dan kakao, sebelum disalurkan kepada petani. Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan bibit berada dalam kondisi yang baik dan dapat mendukung pengembangan komoditas perkebunan secara optimal.
Dengan dukungan bibit yang memadai, pengembangan perkebunan di Lampung diharapkan dapat dilakukan secara lebih terencana dan berkelanjutan.
Tidak Hanya Petani, Program Juga Membuka Lapangan Kerja
Program pembibitan kopi dan kakao juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar lokasi pembibitan.
Direktur CV Hikmah Tani, Agus Setiawan, menyampaikan bahwa kegiatan pembibitan secara rutin mempekerjakan sekitar 70 orang per hari. Jumlah tersebut dapat meningkat menjadi sekitar 150–200 orang ketika memasuki kegiatan pengisian polybag.
Hal tersebut menunjukkan bahwa pengembangan perkebunan tidak hanya memberikan manfaat dalam bentuk produksi tanaman, tetapi juga dapat menciptakan aktivitas ekonomi dan kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar.
Kopi dan Kakao Jadi Penggerak Ekonomi Perkebunan Lampung
Dengan dukungan 2,6 juta bibit dan target pengembangan sekitar 18.000 hektare, pemerintah berharap perkebunan kopi dan kakao di Lampung semakin berkembang.
Penguatan komoditas tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kebun, memperluas sentra produksi, menciptakan lapangan kerja, serta membuka peluang pasar yang lebih besar bagi hasil perkebunan Indonesia.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun sektor pertanian dan perkebunan yang memberikan manfaat lebih besar kepada petani.

